Bisnis Budidaya Burung Puyuh: Jenis, Cara, Ciri dan Harga Burung Puyuh
Jenis Burung Puyuh - Di Indonesia ada banyak sekali jenis burung yang berkembang biak, salah satunya adalah burung puyuh yang biasa di sebut sebagai burung gemak yaitu salah satu jenis unggas yang berukuran kecil namun memiliki tubuh yang berisi atau gemuk.
Nama latin dari burung puyuh adalah Coturnix coturnix, yaitu jenis burung yang memiliki kecepatan berlari dan terbang yang cukup tinggi. Walaupun di sebut burung namun hewan ini lebih banyak beraktifitas di tanah.
Burung puyuh juga dapat di jadikan sebagai hewan ternak karena daging dan telur nya dapat di manfaat kan sebagai menu masakan yang enak. Jadi burung puyuh ini sangat cocok di jadikan bisnis yang menjanjikan. Nah berikut ini jenis burung puyuh yang cocok untuk dibudidayakan.
Jenis burung puyuh pedaging dan petelur yang baik untuk dibudidayakan
1. Puyuh Jepang (Coturnix Coturnix Japonica)
Jenis burung puyuh jepang ini setiap tahun
bisa menghasilkan telur hingga 250 – 300 butir per ekor. Ciri dari burung puyuh
ini adalah pada bagian dada relative rata dan bulu pada bagian atas warnanya
cokelat muda.
Juga mempunyai tubuh yang bulat dan besar,
puyuh jepang bisa diambil dagingnya karena mempunyai berat yang baik yaitu 120
– 150 gram.
Baca Yuk! Langkah-Langkah Cara Beternak Burung Puyuh Mudah dan Sederhana
2. Puyuh Gonggong Jawa (Arborophila Javanica)
Puyuh gonggong jawa ini biasanya dibudidayakan
dengan jenis puyuh pedaging itu karena bisa dilihat dari ukuran badannya yang
cepat tumbuh dan besar.
Ciri dari puyuh gonggong jawa ini mempunyai
bulu yang warnanya kemerah-merahan dan adanya tanda bentuk cincin berwarna
hitam di bagian kepala
4. Puyuh Batu (Excalfactoria Chinensis)
Puyuh batu mempunyai ciri-ciri warnanya yang
mencolok hitam pekat, juga di bagian leher ada tanda putih dan mempunyai tubuh
yang berukuran panjang kira-kira 15cm.Burung yang berasal dari Indonesia ini
awal habitatnya itu di dataran tinggi.
5. Puyuh Pepekoh (Coturnix Chinensis)
Burung puyuh pepekoh ini dalam setahun bisa
menghasilkan telur sebanyak 200 – 280 butir/ ekornya. Burung ini mempunyai ciri
yang khas dengan tubuhnya yang mungil kira-kira panjangnya 15cm.
Cara ternak puyuh petelur
Jika anda sudah memilih burung puyuh yang
kualitasnya baik, lalu anda perlu mengerti cara menternak puyuh petelur yang
baik supaya proses dari budidaya ini bisa berjalan dengan baik.
Dan ini sistem pemeliharaan yang harus anda
perhatikan.
1. Sanitasi
Ini bertujuan untuk mencegah adanya penyakit
pada burung puyuh. Karna itu sangat lah penting untuk anda lakukan penyemprotan
kandang dengan rutin. Supaya bibit penyakit yang berada disekitar kandang
hilang.
2. Pencegahan terhadap penyakit
Pencegahan ini bisa anda menambahkan suplemen
organik cair GDM untuk ternak yang harus diberikan jika ternak sudah berumur
lebih dari 1 hari.
Pemberian suplemen itu tujuannya untuk
menaikkan sistem imun dari burung puyuh telur, mengurangi jumlah ternak yang
mati, memperbaiki pencernaannya, dan menambah nafsu makan.
Kriteria puyuh pedaging
Puyuh pedaging atau biasa disebut dengan puyuh
Bangkok ini adalah hasil dari persilangan puyuh Coutunix Japonica dan puyuh
Perancis. Jadi dimana hasi persilangan ini diperoleh anakan burung puyuh yang
menelaah induknya.
Dan hasil dari anakan ini adalah anakan yang
memiliki bentuk tubuh yang besar, dan yang bertubuh kecil hanya sebagai puyuh
petelur. Harga dari pedaging beku pun mulai dari Rp 9.000,- sampai Rp 12.000,-
dan yang dijual hidup berbobot mulai 200 – 400 gram perekornya.
Harga burung puyuh
- Puyuh umur 4 minggu / 30 hari/ 1 bulan 8.500 per ekor (minimal order 1000 ekor)
- Puyuh Autumn / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.300 per ekor
- Puyuh Peksi / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.500 per ekor
- Puyuh Blaster / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 3.200 per ekor
- Puyuh Golden Jompang / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 2.900 per ekor
- Puyuh Lokal / Bibit Puyuh Umur 1-5 Hari 2.900 per ekor
Ciri-Ciri Burung Puyuh
- kotorannya yang bisa digunakan untuk pupuk tanaman.
- Jenis kelamin dibedakan dari warnanya, berat badan dan juga suara
- Puyuh betina yang dewasa bulu pada dadanya warna merah sawo matang dan belang-belang hitam
- Puyuh jantan dewasa bulu pada dadanya warna merah sawo matang dan tidak ada belang-belang hitam
- Tubuhnya berbentuk lebih besar daripada burung puyuh lainnya, ekornya pendek, 3 jari kaki yang menghadap ke muka dan satu jari kaki arah belakang, tubuh yang bulat dan paruh pendek juga kuat
- Suara burung puyuh jantan lebih keras dari betina
- Pertumbuhan bulunya lengkap jika sudah berumur 2 mingguan
- Burung puyuh betina berproduksi sampai 200 hingga 300 butih setiap tahun telurnya seberat 10 gram.
Dan itulah cara-cara berternak burung puyuh
yang telah kami rangkum dari situs sukaburung.com semoga bisa bermanfaat bagi
anda para pembaca.
Nah,Apakah anda tertarik untuk ternak burung
puyuh? Semoga artikel ini bisa memudahkan anda dalam memulai ternak burung
puyuh.